Senin, 02 September 2019

Materi Kepemimpinan PARASMANSA : Menjadi Pemimpin Yang Baik


Bagaimana Menjadi Pemimpin yang baik ?
Inti dari kepemimpinan adalah komunikasi Sebuah proses diskusi, berbicara, bahkan pada saat saling memandang sebenarnya sedang mencoba menyampaikan sesuatu kepada orang lain.. saat itu kita sedang melakukan suatu proses yang sering disebut komunikasi.

Cara komunikasi:
1. Verbal :  Menggunakan bahasa lisan atau tulisan.
2. Non Verbal   :  Melalui gerak bahasa tubuh, bahasa isyarat, sikap, ekspresi wajah

Komunikasi akan efektif jika informasi telah diserap dan dipahami oleh pendengar yang ditargetkan

Materi Kepemimpinan PARASMANSA : Menjadi Pemimpin Yang Baik

Lalu Apakah seorang pemimpin perlu mendengarkan???

Mendengarkan sama pentingnya dengan berbicara karena dengan mendengarkan, kita berkomunikasi dengan lengkap untuk mencapai pemahaman yang sama

Tipe pendengar:
Apresiator ; Memperhatikan semua informasi dan berpikir mengenai butir yang dapat ditambahkan. Tipe ini sangat menikmati suasana interaktif, dan mungkin akan melewatkan hal penting jika mereka tidak benar-benar terlibat

Pemberi empati ; Mendengarkan semua hal, dan mencoba mengenali situasi yang pernah dialaminya, yang mendukung hal yang dikemukakan si pembicara. Tipe ini kadang tidak memahami isi komunikasi jika terlalu memperhatikan aspek lain dari komunikasi

Orang yang memahami (comprehender) ; Mengorganisasikan dan memahami pesan yang disampaikan dengan akal sehat. Suka menghubungkan antar pengalaman, serta berusaha menemukan dan memahami hubungan antar ide. Namun sering tidak menangkap semua pesan yang tidak diucapkan atau tersembunyi.

Orang yang membedakan (discerner) ; Menyerap semua informasi yang disampaikan. Ingin memperoleh informasi yang lengkap dan akurat, menetapkan pesan utama, dan memilah-milah apa yang dianggapnya rincian penting. Setiap potong informasi dengan seksama ditimbang dan diukur keakuratannya, keabsahan, dan isinya. Tipe ini akan kehilangan beberapa informasi penting jika semua informasi diproses.

Evaluator  ; Ingin mengetahui seberapa besar kecocokan informasi yang diberikan dengan gambaran kegiatan secara keseluruhan. Sering meragukan motif pembicara, dan akan menerima atau menolak pesan berdasarkan keyakinan pribadi. Akan membuat keputusan berdasarkan informasi yang disediakan.

Bagaimana relawan berkomunikasi???

·            Satukan semua tipe pendengar untuk benar-benar menerima pesan yang utuh.
·            Berkomunikasilah disemua tingkatan. Berbicara dan dengarkan ide-ide: pengurus, staf, antar relawan, masyarakat, organsasi lain
·            Memandang sesuatu dari sudut pandang baru
·            Berwawasan luas
·            Antusias
·            Tidak pernah membicarakan diri sendiri
·            Sangat ingin tahu untuk kemajuan organisasi
·            Mempunyai selera humor
·            Mempunyai gaya bicara sendiri

Untuk menjadi seorang pemimpin yang tidak hanya berkomunikasi namun juga harus dapat memotivasi. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong anggota agar organisasi menjadi lebih baik dan maksimal. Berikut merupakan menu notivasi

Menu motivasi:

·   Penguatan positif
Memberikan hadiah atau pujian akan efektif jika diikatkan pada keberhasilan melaksanakan kegiatan

·   Bergabung dalam tantangan
Memberi tantangan pada situasi baru dan berbeda akan menumbuhkan kreatifitas

·   Pemecahan masalah kreatif
Memberi kesempatan pada tim untuk memecahkan masalah secara kreatif akan memotivasi anggota tim menyelesaikan masalah dengan rasa tanggung jawab

·   Pelatihan/pembimbingan
Untuk membantu anggota tim menemukan kekuatan dan strategi yang mendukung tugas



Kamis, 29 Agustus 2019

Materi Kepemimpinan Palang Merah Remaja Wira


Dalam setiap kelompok, group atau organisasi, kepemimpinan merupakan  salah satu factor yang penting. Kepemimpinan yang ada akan mempengaruhi kelompok di dalam mencapai tujuan. Cara seseorang memimpin dapat membawa kelompok atau organisasi tersebut ke arah keberhasilan atau ketidakberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Materi Kepemimpinan Palang Merah Remaja Wira

Siapa yang dapat menjadi Pemimpin ?
Setiap Orang dapat menjadi seorang pemimpin. Yang perlu diIngat! Bahwa Setiap orang itu unik, masing-masing pasti punya kelebihan dan kekurangan...

Lalu apa sih pemimpin itu ?
Pemimpin adalah seseorang yang dapat memberikan pengaruh dan motivasi kepada diri sendiri maupun orang lain

Namun Ada beberapa pendapat tentang pengertian dari pemimpin. Seperti pengertian dibawah ini :
Pemimpin adalah seorang yang dapat  mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya untuk mengerahkan usaha bersama guna mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditentukan.
Ketua adalah seorang yang dituaikan dalam kelompok untuk mewakili dan bertanggungjawab atas kelompoknya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kepala adalah seorang yang mengepalai suatu kelompok atau unit untuk memimpin kelompok/unit mencapai tujuan.
Kepemimpinan adalah proses menggerakkan dan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Tugas pokok kepemimpinan yang berupa mengantarkan, mempelopori, memberi petunjuk, mendidik, membimbing dan lain sebagainya agar para bawahan mengikuti jejak pemimpin mencapai tujuan organisasi hanya dapat dilaksanakan secara baik, bila seorang pemimpin menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

Fungsi – fungsi kepemimpinan adalah :
Fungsi perencanaan ; seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan diri sendiri selaku penanggungjawab tercapainya tujuan organisasi.
Fungsi memandang ke depan ; seorang pemimpin  yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu meneropong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap segala kemungkinan.
Fungsi pengembangan loyalitas ; pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga untuk para pemimpin tingkat rencdah dan menengah dalam organisasi.
Fungsi pengawasan ; pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemajuan pelaksanaan rencana.
Fungsi mengambil keputusan ; pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang tidak berani mengambil keputusan.

Fungsi pemeliharaan ; fungsi ini mengupayakan kepuasan bathin bagi pemeliharaan dan pengembangan kelompok untuk kelangsungannya.
            Seorang pemimpin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajin bekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi. Pemimpin juga perlu memberikan penghargaan, pujian, hadiah dan semacamnya kepada anak buah yang berprestasi, untuk menjalankan fungsi ini.

Fungsi menjalankan tugas ; pemimpin harus konsisten menjalankan tugas dan tanggungjawabnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Seorang pemimpin memiliki berbagai tipe dalam memimpin kelompok ataupun anggotanya.berikut meruoakan tipe-tipe dalam kemimpinan :

Kepemimpinan diktatoris ; Memimpin dengan cara menggertak, menguasai.
Kepemimpinan otokratis ; Pemusatan otoritas dan pengambilan keputusan pada pimpnan.
Kepemimpinan Birokratis : Memimpin berdasarkan Peraturan
Kepemimpinan demokratis ; Berdasarkan pada desentralisasi kekuasaan dan pengambilan keputusan.
Kepemimpinan laisez-faire ; Membiarkan kelompoknya menetapkan tujuan dan keputusannya

Tipe yang manakah kita?  Dan Apakah kita boleh memilih tipe kepemimpinan?

“Untuk mengembangkan atau memilih tipe kepemimpinan yang efektif, maka pahamilah bagaimana orang lain memandang gaya kepemimpinan kita sekarang. Bertanyalah pada orang-orang yang pernah bekerja sama dengan kita, bagaimana tindakan kita sebagai seorang pemimpin “

Apakah kita dapat menjadi pemimpin yang baik?
Setiap orang dapat menjadi pemimpin yang baik. Hanya diperlukan sedikit kegigihan untuk belajar. Yang pasti kita harus mempunyai rasa percaya diri dan memberikan komitmen untuk membuat perubahan untuk pengembangan organisasi. Tidak harus menunggu kita ditugaskan memimpin program yang besar. Bahkan projek atau kegiatan kecilpun dapat menjadi sarana untuk belajar menjadi pemimpin yang baik, misalnya ketika menjadi koordinator kegiatan bulanan pelayanan perawatan keluarga di panti jompo, memimpin rapat, menjadi pelatih, menjadi koordinator buletin PMI.

Senin, 26 Agustus 2019

Materi PMR WIRA : Donor Darah Sukarela

Pengertian Donor Darah

Donor Darah adalah Menyumbangkan darah untuk tujuan transfuse darah. sedangkan Transfusi Darah adalah Proses pemindahan darah dari seseorang yang sehat dan memenuhi persyaratan ke orang yang membutuhkan.

Beberapa Istilah Donor Darah
- PEDONOR  : orang yang menyumbangkan darahnya untuk kepentingan orang lain.
- RESIPIENT :Seorang yang membutuhkan darah dari orang lain untuk kesehatan tubuhnya
- TRANSFUSI DARAH : Suatu proses pemindahan darah donor ke  dalam tubuh pasien.


Jenis Golongan Darah

Donor Darah Sukarela(JENIS-JENIS GOLONGAN DARAH)

Tabel Golongan Darah
Aglotinogen / Antigen
( terdapat dalam sel darah merah
Aglutinin/Antibody
( Terdapat dalam serum )
Genotip
Golongan Darah
A
Anti-B
OA atau AA
A
B
Anti-A
OB atau BB
B
AB
-
AB
AB
O
Anti-B dan Anti-A
OO
O


Fungsi darah :
1. Mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel tubuh.
2. Mengangkut karbondioksida dari sel-sel tubuh ke paru-paru untuk selanjutnya dikeluarkan
3. Mengganti sel-sel yang rusak

Komponen Darah : 
1. Plasma Darah
2. Sel darah merah
3. Sel darah putih
4. Keping darah.

Syarat Pendonor Darah :
- Lelaki atau wanita Dewasa, sehat jasmani dan rohanii menurut pemeriksaan dokter.
- Umur pendonor 17-60 tahun
- Berat badan minimal 45 Kg, dapat menyumbangkan darahnya 350 ml ; ditambah sejumlah darah untuk pemeriksaan yang jumlahnya tidak lebih dari 5 ml. Donor dengan berat 50 Kg atau lebih dapat menyumbangkan darahnya 450 ml.
- Tekanan darah : Sistolik : 100-150 mmHg, Diastolik :60-100 mmHg. tergantung kondisi pendonor.
- Kadar Hemoglobin ≥ 12,5 g/dl, minimal metode CuSO₄.
- Interval penyumbangan darah minimal 8 minggu dengan penyumbangan maksimal 5 kali setahun.

Larangan Bagi Pendonor (khusus wanita)
- Menstruasi.
- Kehamilan dan menyusui. Calon donor dapat menyumbangkan darahnya 6 bulan setelah melahirkan atau 3 bulan setelah berhenti menyusui.
- Penyakit infeksi
Calon donor harus bebas dari penyakit infeksi yang dapat ditularkan melalui darah. Calon donor dengan pemeriksaan HbsAg, HCV, VDRL, dan HIV menunjukkan hasil positif dsb.
- Sukarela dan tidak terpaksa

Macam Macam Donor Darah

1, Donor Darah Bayaran
            Donor darah bayaran ini sangat jelas dilarang/ tidak diperbolehkan baik hukum agama, nilai moral, norma etika maupun perundang-undangan yang berlaku. Donor bayaran tidak lain adalah bentuk percaloan.

Kerugian yang di timbulkan akibat Donor Bayaran :
            Jumlah donor sangat sedikit sekali dibandingkan dengan kebutuhan darah yang jauh lebih besar, sehingga orang-orang ini akan memasang tarif yang tinggi umumnya tidak terjamin mutunya. Resiko penularan penyakit sangat tinggi.

2. Donor Darah Pengganti
            Donor darah pengganti (DDP) adalah seseorang yang diminta menyumbangkan darahnya kepada seseorang dan ia tahu kepada siapa darah tersebut dia berikan. Umumnya langkah ini benar-benar darurat, bila darah di UDD PMI tidak tersedia. Permasalahan yang muncul adalah pendonor yang disiapkan keluarga darahnya tidak sesuai dengan pasien setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium yang memakan waktu lama. Bila ada keperluan mendadak dimana pasien harus segera ditransfusikan, berapa waktu yang terbuang untuk mengumpulkan anggota keluarga yang cocok golongan darahnya? Berapa lama waktu untuk menunggu pemeriksaan laboratorium, waktu pengolahan darah.

3. Donor Darah Sukarela
            Donor Darah Sukarela (DDS) adalah seseorang yang menyumbangkan darahnya secara sukarela  tanpa pamrih untuk berkepentingan masyarakat tanpa membedakan agama, suku bangsa, golongan, warna kulit, dan jenis kelamin. DDS inilah yang paling dianjurkan karena selain halal, juga aman dan berperikemanusiaan. Dengan berdonor darah secara sukarela, darah di UDD PMI akan selalu tersedia untuk keperluan penyembuhan dan penyelamatan bagi pasien siapa saja yang memerlukan tanpa pandang bulu. Disamping itu keamanan darah terjamin karena sudah dilakukan skrining terlebih dahulu.

Tujuan donor darah :
Memelihara keadaan biologis darah atau komponen – komponennya agar tetap bermanfaat. 
Memelihara dan mempertahankan volume darah yang normal pada peredaran darah (stabilitas peredaran darah). 
Mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah. 
Meningkatkan oksigenasi jaringan. 
Memperbaiki fungsi Hemostatis. 
Tindakan terapi kasus tertentu. 


Manfaat Manjadi Donor Darah Bagi Pendonor
1. Badan terasa segar 
2. Terdeteksi dari penyakit saat seleksi 
3. Merasa berguna menolong orang lain
4. Tidak dapat dinilai dengan pengorbanannya 
5. Merupakan terapi bagi penderita Policitemia vera 

MANFAAT DONOR DARAH BAGI RESIPIENT :
1. Jiwanya tertolong 
2. Mendapat darah dengan cepat  dari  UTD


Sabtu, 24 Agustus 2019

DAFTAR ISI Website PMR WIRA SMA NEGERI 1 BREBES

Pengertian KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (Mengapa Kamu perlu mengetahui Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Remaja ?)

Apa itu Kesehatan Reproduksi Remaja ?

Defenisi Kesehatan adalah Keadaan sejahtera dari fisik, mental dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif sedangkan Definisi Reproduksi ( re = kembali , produksi = membuat/ menghasilkan ) atau proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Maka Kesehatan Reproduksi adalah Kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi.
Lalu, Apa Itu Remaja ? dan siapakah yang dikatakan Remaja ?

Yang maksud dengan remaja menurut WHO adalah orang yang berusia 12-24 tahun. Masa remaja juga bisa dimaksud dengan Masa transisi (perpindahan anak ke dewasa). Perubahan emosi dan psikis serta Periode pematangan reproduksi (pubertas) yang artinya proses pengenalan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sebenarnya sudah dimulai pada masa ini. Jasi yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi remaja adalah Kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi orang yang berusia 12-24 tahun yang mengalami perpindahan dari anak menjadi dewasa.

proses Perubahan anak menjadi dewasa pada perempuan



proses Perubahan anak menjadi dewasa pada Laki-Laki






Mengapa Kamu perlu mengetahui Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Remaja ?

Pada dasarnya, remaja perlu memiliki pengetahuan seputar kesehatan reproduksi. Tak hanya untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ tersebut, informasi yang benar terhadap pembahasan ini juga bisa menghindari remaja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
Memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab. Terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal yang dapat merugikan.

Pengetahuan seputar masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja. Sebab, anak laki-laki juga harus mengetahui serta mengerti cara hidup dengan reproduksi yang sehat. Pergaulan yang salah juga pada akhirnya bisa memberi dampak merugikan pada remaja laki-laki pula. 

Lantas pengetahuan dasar apa saja yang perlu diketahui remaja?

1.Pengenalan terhadap sistem, proses, serta fungsi alat reproduksi. Usahakanlah untuk menyampaikan informasi sesuai dengan usia dan kesiapan anak. Tapi sebaiknya hindari penggunaan istilah-istilah tertentu yang malah bisa mengaburkan makna dan membuat anak tidak mengenal dengan pasti masalah reproduksi.

2.Risiko penyakit. Aspek ini juga sebaiknya sudah mulai dikenalkan dan disampaikan pada remaja yang sudah beranjak dewasa. Dengan mengetahui risiko yang mungkin terjadi, remaja tentu akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan reproduksi.

3.Kekerasan seksual dan cara meghindarinya. Remaja perlu dikenalkan dengan hak-hak reproduksi yang ia miliki. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan tentang kekerasan seksual yang mungkin terjadi, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara mencegahnya terjadi.

4.Pemahaman tentang pengaruh media dan sosial terhadap aktivitas seksual.dizaman 4.0 seperti sekarang ini Media social sangat memegang peranan penting dalam lingkup masyarakat yang terkecil sekalipun, dengan adanya media social dapat menjadi 2 mata pisau yang sangat bermanfaat postif jika kita bisa mengunakannya dan akan sangat berdampak buruk jika kita tidak bisa menggunakannya. Remaja perlu memahami pengaruh dan dampak – dampak yang terjadi pada aktivitas seksual yang dapat dengan mudah diakses melalui media social.

5.Pengembangan kemampuan komunikasi, terutama dalam pembentukan kepercayaan diri. Tujuannya untuk menghindari perilaku berisiko. Remaja perlu mendapatkan pergaulan dan organisasi yang dapat menunjang psikologis mereka sehingga kemampuan berkomunikasi dan pembentukan kepercayaan diri mereka menjadi lebih baik lagi.

mohon maaf bila ada kekurangan dalam materi kesehatan reproduksi. apabila ada saran dan kesalahan bisa komen di kolom komentar atau Bagi yang mempunyai ide kreatif dan mau sharing tentang kegiatan PMR maupun masalah tentang kesehatan reproduksi bisa komen juga di kolom komentar. Siamo Tutti Fratelli. PARASMANSA "We Care For Humanity"

Jumat, 23 Agustus 2019

TRI BAKTI PMR

                                                                     1   Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat
TRI BAKTI PMR   Bagi teman-teman yang ingin menjadi remaja yang berkarakter bersih dan sehat benar sekali bergabung dengan PMR. Karena di PMR kita akan belajar tentang Pertolongan Pertama (PP), semaja sehat peduli sesama atau biasa dikenal dengan Sanitasi Kesehatan (SanKes), Kesehatan Remaja ( KesJa), Kesiapsiagaan Bencana (KSB), dan Donor Darah.

2   Berkarya dan Berbakti di Masyarakat 
   Manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dengan orang lain, yang salalu membutuhkan bantuan dan pertolongan dari orang lain. Dan perlu di ingat, menolong sesama itu menyenangkan lhoo. Maka dari itu tidak salah jika teman-teman memilih PMR. Karena di PMR adalah tempatnya remaja-remaja yang peduli, kreatif, dan sehat.

3   Mempererat Persahabatan Nasional dan International
   Dengan bergabung di PMR, kita akan mendapatkan banyak teman dari berbagai daerah maupun negara-negara didunia. Karena PMR merupakan organisasi yang bersifat sukarela dan prinsip-prinsip palang merah mendukung kita untuk memperoleh banyak teman

7 PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL

7 PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL

KEMANUSIAAN
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Gerakan) lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama manusia yang terjadi dimanapun.Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan menumbuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama, dan perdamaian abadi antar sesama manusia.

KESAMAAN
Gerakan memberikan bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial atau pandangan politik.Tujuannya semata-mata ialah mengurangi penderitaan orang-perorang serta sesuai dengan kebutuhannya dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.

KENETRALAN
Bahwa gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan Politik, agama, suku,atau ideologi agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak.

KEMANDIRIAN
Gerakan bersifat mandiri. Setiap Perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi pemerintah dibidang kemanusiaan dan harus menaati peraturan hukum yang berlaku di negara masing-masing, namun Gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya agar sejalan dengan prinsip dasar Gerakan

KESUKARELAAN
Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela atas unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.

KESATUAN
Di dalam suatu negara hanya boleh ada satu Perhimpunan Nasional dan hanya boleh memilih salah satu lambang yang digunakan : Palang Merah atau Bulan Sabit Merah.
Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas kemanusiaan diseluruh wilayah negara yang bersangkutan.

KESEMESTAAN
Gerakan bersifat semesta, artinya Gerakan hadir diseluruh dunia. Setiap Perhimpunan Nasional mempunyai status sederajat serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu satu sama lain.